Skip to main content

[Review Film] Spider-Man: Homecoming



Film yang sudah ditunggu-tunggu, tidak hanya bagi penggemar Marvel bahkan banyak orang sejak April tahun 2016 sudah dapat kita saksikan di bioskop. Sejak kemunculannya dalam film Captain America: Civil War, tokoh superhero ini mencuri perhatian dan aksinya menjadi perbincangan banyak orang.

Film Spider-Man: Homecoming menceritakan kehidupan Peter Parker (Tom Holland) remaja sebagai Spider-Man dan sebagai seorang pelajar SMA yang pintar dan geek yang tinggal bersama tantenya, May (Marisa Tomei). Setelah kembali dari peristiwa di film Captain America: Civil War, Peter sangat senang serta bersemangat karena pengalamannya bersama The Avengers dan kostum Spider-Man baru pemberian Tony Stark/Iron-Man (Robert Downey Jr.). Tony Stark menjadi mentor Peter Parker dan selalu mengawasi semua aksi Spider-Man dengan bantuan Happy (Jon Favreau). Spider-Man pun mulai sering beraksi di daerah asalnnya, Queens. Tujuannya adalah untuk menolong orang-orang di Queens dan menarik perhatian Tony Stark agar dapat bergabung dengan The Avengers.

Peter Parker menjadi terlalu bersemangat dan percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki, terutama saat mencoba mengalahkan Vulture/Adrian Toomes (Michael Keaton) dengan bantuan sahabatnya Ned (Jacob Batalon). Tanpa disadari dia melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan dan diluar kemampuannya saat itu karena kurangnya pengalaman. Hal tersebut membuat Tony Stark sebagai mentor sangat kecewa.


Akhirnya Peter Parker sadar telah melakukan tindakan yang ceroboh dan gegabah serta mengakui kesalahannya. Dia berusaha memperbaiki kesalahannya dengan kemampuannya sendiri dan berhasil. Aksinya mendapatkan pujian dari sang mentor, bahkan Peter Parker langsung diberikan kesempatan untuk bergabung dengan The Avengers.

Secara cerita, film Spider-Man: Homecoming sangat baik, hampir tidak ada celah atau plot hole. Penggambaran Peter Parker sebagai remaja SMA dapat terlihat jelas dari sifat dan tingkah lakunya. Bagaimana dia kegirangan dengan “mainan baru” dari Tony Stark sehingga membuatnya bersemangat. Bagaimana Spider-Man yang masih sangat muda dan kurang pengalaman melakukan aksinya. Disini Spider-Man tidak langsung menjadi Spider-Man yang hebat tetapi Peter Parker masih dalam proses belajar dan mencari jati dirinya sebagai Spider-Man. Tidak hanya kehidupannya menjadi superhero tetapi juga kehidupannya sebagai pelajar SMA, seperti kehidupan di sekolah pada umumnya, keluarga, pertemanan, dan tidak lupa percintaan jaman SMA diceritakan juga dengan baik. Sesuai porsinya dan menyatu.


Tidak hanya tokoh pahlawan saja tapi tokoh musuh juga, Vulture, karakter villain utama dalam film ini diceritakan dengan baik, mulai dari background karakter, kenapa dan bagaimana Adrian Toomes bisa menjadi Vulture.


Tapi mungkin bagi penikmat film-film Spider-Man dari jaman Spider-Man versi Tobey Maguire akan merasa ada yang kurang dalam film ini. Dimana tokoh Paman Ben? Bagaimana Paman Ben meninggal? Atau Spider-Man versi Andrew Garfield yang sudah menceritakan orang tua dan latar belakang Peter Parker. Spider-Man versi Tom Holland tidak memberikan visualisasi bagaimana Peter Parker dapat memiliki kekuatan sehingga menjadi Spider-Man. Namun hal tersebut hanya diselipkan dalam film dan ditambah dengan beberapa scene bagaimana Peter membuat jaringnya.


Dari awal kemunculannya di film Captain America: Civil War, saya pribadi sangat menyukai Spider-Man versi Tom Holland, dimana karakternya yang bersemangat, ingin tahu, banyak pertanyaan layaknya seorang remaja dan talkactive mengingtakan saya pada karakter asli Spider-Man di komik ataupun di kartun. Tapi tentu saja jangan dibandingan semuanya dengan cerita di komik atau di kartun karena tentu saja ada perbedaan.

Film Spider-Man: Homecoming adalah proyek gabungan dari Sony, sebagai pemegang hak karakter Spider-Man dan Marvel. Kerjasama keduanya dapat menghasilkan cara yang bagus untuk menyambungkan cerita film ini dengan cerita di Marvel Cinematic Universe (MCU) yang telah berjalan lama. Di awal film akan langsung diperlihatkan cerita penyambung film ini dengan cerita MCU. Cerita tersebut bahkan ada yang dikemas dengan gaya yang milenial khas remaja. Cerita penyambung yang sangat baik karena logis, mudah diterima dan tidak ada rasa seperti cerita dipaksakan saat menontonnya. Lalu bagaimana hubungan Peter Parker dengan Tony Stark digambarkan dalam film ini, saya pikir hubungan keduanya adalah kunci penyambung film Spider-Man masuk ke dalam MCU. Bahkan terdapat trivia di luar film ini yang memperkuat kehadiran Spider-Man di dalam MCU sejak lama, yaitu anak kecil dengan topeng Iron Man dalam film Iron Man 2 yang diselamatkan oleh Iron-Man adalah Peter Parker kecil.


Jika kalian berpikiran dapat menebak dan sudah tahu jalan cerita film Spider-Man: Homecoming hanya dari trailer-trailer yang sudah muncul, maka jawabannya adalah JANGAN. Karena sudah jelas, Marvel pintar menyembunyikan cerita dalam film-filmnya jadi sebaiknya kalian tontonlah filmnya secara utuh.


Berikut saya berikan beberapa alasan lain kenapa kalian harus nonton film Spider-Man: Homecoming dan bagi yang sudah nonton mungkin bisa menjadi diskusi dalam kolom komentar di tulisan ini.

Extra Scene

Akan ada 2 extra scene, di mid credit dan after credit scene yang mengacu pada film selanjutnya. Apakah film Spider-Man selanjutnya atau film MCU selanjutnya? Tontonlah sampai akhir, sampai layar menjadi gelap dan backsound di dalam teater menyala. Just be patient.

Cameo Stan Lee

Sudah menjadi kewajiban bagi Stan Lee untuk muncul di semua film Marvel.

Tokoh villain lainnya

Ternyata tokoh musuh Spider-Man yang muncul tidak hanya Vulture tapi ada satu lagi tokoh musuh Spider-Man yang muncul dalam film ini.

The Twist

Setiap film pasti akan lebih menarik jika ada twist atau sesuatu yang tidak kalian duga-duga selama menonton film. Dalam film Spider-Man: Homecoming juga memiliki twist walaupun menurut saya twist yang klise but it's still a twist.

Kostum Spider-Man versi lain

Versi kostum Spider-Man yang ditunjukkan tidak hanya 1. Iya, di trailer juga sudah ditunjukkan bahwa ada 2 versi kostum Spider-Man. Tapi jika kalian menonton filmnya maka kalian akan melihat 3 versi kostum Spider-Man.

MJ?

Mungkin bagi kalian yang telah menonton film Spider-Man versi Tobey Maguire tidak asing dengan MJ. Di Spider-Man: Homecoming ternyata juga ada MJ! Hah?? Apakah? Mungkinkah?

Happy watching!

Comments

Popular posts from this blog

[Review Film] Fifty Shades of Grey

Anastasia Steele (Dakota Johnson), perempuan lugu, polos, dan pintar harus menggantikan temannya Kate (Eloise Mumford) yang sedang sakit untuk melakukan wawancara dengan seorang pengusaha sukses, Christian Grey (Jamie Dornan). Keduanya saling tertarik sejak pertemuan wawancara tersebut. Namun, Ana harus menghadapi sifat Mr. Grey yang tidak romantis dan senang mengendalikan. Selain itu, ternyata Mr. Grey memiliki sisi lain yang membuat Ana terkejut.

[Review Film] The Visit

Kisah kakak dan adik yang pergi berlibur selama satu minggu ke rumah kakek dan nenek mereka untuk pertama kalinya. Namun baru beberapa jam setelah sampai di rumah kakek dan neneknya, mereka merasakan keanehan dengan perilaku kakek dan nenek mereka yang membuat mereka berdua ketakutan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat karena mereka takut tidak bisa pulang kembali.

[Review Buku] Sabtu Bersama Bapak

Buku karangan Adhitya Mulya ini mengajarkan banyak hal terutama tentang keluarga. Banyak pelajaran yang bisa diambil serta membuka mata dan pikiran akan sesuatu yang mungkin tidak kita pikirkan. Sekilas kehidupan tokoh utama terlihat bahagia dan sempurna terutama dari sisi ekonomi walaupun ada duka yang mendalam di awal cerita. Yang menarik justru bukan kesempurnaan itu tetapi apa yang terjadi dibalik kesempurnaan dan kebahagian yang mereka dapat, bagaimana prosesnya, persiapannya dan langkah yang diambil untuk mencapai kebahagiaan. Dan yang paling menonjol dalam cerita ini adalah sifat kekeluargaan yang memperingatkan kita bahwa betapa pentingnya keluarga.